Angklung Kolintang

Angklung Kolintang

Alat Musik Indonesia yang paling populer http://www.kolintang.co.id

Angklung Kolintang

Karakteristik Kayu Bilahan Kolintang

Pada awal produksi Kolintang di pulau Jawa,Petrus Kaseke mengalami keterbatasan modal karena statusnya yang masih mahasiswa  di UGM Yogyakarta ,sehingga cara mendapatkan bahan baku kayu kolintang dengan menawarkan jasa memangkas segala jenis pohon secara gratis kepada pemilik pemilik rumah yang mempunyai pohon rindang  dan memanfaatkan hasil pangkasannya untuk membuat kolintang.

Dengan berkembangnya musik kolintang di pulau jawa, yang mempengaruhi penghasilan dari usaha kolintang, Petrus Kaseke mempunyai modal untuk mengadakan riset dan survey untuk memilih kayu yang ideal untuk dibuat bilahan kolintang.
Berbagai macam kayu dicoba untuk mendapatkan kayu bilahan kolintang yang ideal, selain kayu yang ada di pulau Jawa,Petrus Kaseke juga mencoba jenis jenis kayu dari luar pulau.

Khusus dari Minahasa bukan hanya kayunya, bahkan pengrajin pengrajinnya didatangkan ke Jawa tengah untuk membantu produksi.
Bersama pengrajin kolintang dan pemain kolintang Minahasa th80an

Beberapa kayu yang dicoba antara lain,kayu sono (Dalbergia/Rosewood)yang sering dipakai sebagai kayu bilahan marimba,kayu kelapa,kayu aren, kayu-kayu yang ada di Minahasa  antara lain kayu cempaka,bandaran,wenang(benuang),kayu tolor serta kayu Waru dari pulau Jawa.
Kesimpulan dari riset dan survey tersebut ,pada dasarnya semua kayu yang padat akan menghasilkan bunyi yang hampir sama , jadi tidak dapat dipilih kayu ideal untuk alat musik kolintang berdasarkan warna(ciri khas) suaranya.
Kayu yang berserat lurus,lebih mudah untuk dijadikan bilahan dan di laras (tuning/stem),dibanding dengan yang seratnya bengkok atau bermata kayu.Kayu yang lebih padat atau keras lebih mudah menghasilkan nada yang lebih tinggi.Warna suara selain ditentukan dari jenis kayu ,juga ditentukan oleh resonator dan bahan pemukulnya (mallet /sticks).

Dari kesimpulan di atas akhirnya ‘untuk produksi di pulau Jawa’ dipilih kayu Waru karena:
1)Dapat menghasilkan ambitus(rentang nada) yang lebar .
2)Tersedia bahannya untuk di produksi secara massal,karena kayu Waru juga merupakan jenis kayu bahan bangunan di Jawa Tengah.
3)Memenuhi standar persyaratan kekuatan dan keawetan kayu.
4)Tidak terlalu keras sehingga mudah dibentuk ,tetapi tidak terlalu lembek.
Sebetulnya hal yang lebih penting bukan jenis kayu,tetapi sebagai alat musik tentunya lebih ditekankan nada instrument tersebut agar selaras(tidak fals),dan supaya selaras nadanya harus di stem (tuning ) dengan benar.

Dalam kurun waktu 50 tahun memproduksi kolintang,sudah banyak alat musik yang dilaras (stem/tune) oleh Petrus kaseke,baik instrument musik yang baru dibuat maupun instrument yang di tuning ulang.

Dari pengalaman melaras ‘jutaan’ nada ,Petrus Kaseke memberikan tips untuk melaras (tuning)kolintang yang efisien dan efektif sebagai berikut:
1.Mengerti menggunakan alat Tuning (Tuner).
Pada masa belum ada tuner elektronik ,nada kolintang di laras dengan membandingkan (patokan) nada yang didengar dari garputala,sehingga diperlukan keahlian membandingkan nada dengan pendengaran.
Sekarang sudah ada tuner elektronik dan komputer yang memudahkan proses tuning, karena untuk melaras nadanya sudah menggunakan indra penglihatan ,yang melihat kesesuaian nada pada layar alat tuner,meskipun demikian sampai saat ini alat tuner yang ada dipasaran ‘belum sempurna untuk melaras kolintang’ dengan benar terutama untuk nada nada tinggi sehingga tidak dapat mempercayakan ketepatan laras nadanya dengan indra penglihatan saja ,masih diperlukan check ulang dengan indra pendengaran.
2.Memahami kondisi dan sumber kayu Bilahan Kolintang.
Untuk melaras nada kolintang harus mengetahui sumber bahan yang akan dilaras ,kalau kayunya masih berkadar air tinggi (diatas 15%),maka tidak lama nadanya akan berubah setelah kadar airnya menyesuaikan kondisi sekitarnya.Kalau kayu kolintangnya dari sumber yang berbeda,kemungkinan kadar airnya bervariasi yang menyebabkan perubahan nadanya tidak seragam.
3.Memperhitungkan kondisi saat menyetem kolintang (musim kemarau ,musim penghujan,atau lainnya).
Secara alamiah nada kolintang akan berubah ubah tergantung cuaca,pada musim kemarau nada akan naik dan pada musim penghujan nada akan turun.Perubahan nada karena cuaca berlaku untuk banyak alat musik (kecuali alat musik digital),bahkan produsen xylophone belum dapat menghasilkan instrument yang  stabil nadanya terhadap cuaca,meskipun sudah bereksperimen mengganti bilahannya dengan bahan sintetis.Disini kita harus menyiasati agar sesedikit mungkin bilahan yang dilaras karena perubahan cuaca,karena kalau terlalu sering dilaras selain membuang banyak energi ,bilahan kolintang akan habis mengingat cara melarasnya adalah memotong pendek atau menipiskan kayu bilahannya.
4.Menggunakan standar tuning A=440 dan A=442
Seperti yang kita ketahui standar tuning alat musik disesuaikan dengan frekwensi nada A=440 Hertz ,tetapi ada juga yang menggunakan standar frekwensi nada A=442 Hertz.Pada kenyataannya hanya telinga-telinga yang terlatih saja yang dapat membedakan selisih nada 2 Hertz tersebut.
Memperhatikan point-point diatas ,Petrus Kaseke melaras bilahan kolintang menggunakan  2 macam standar tuning yang disesuaikan dengan kondisi cuacanya contohnya pada musim kemarau dilaras dengan standar A=440 sehingga pada saat musim penghujan nada akan naik .
Dengan pemilihan sumber kayu dan kadar air yang sama,bilahan kolintang akan naik nadanya secara merata ,sehingga Petrus Kaseke hanya melaras beberapa bilahan-bilahan yang bandel.Dengan berjalannya waktu bilahan bilahan bandel tersebut sudah dapat menyesuaikan diri dengan cuaca sehingga semakin sedikit bilahan bilahan yang harus dilaras ulang karena kondisi cuaca yang berubah.

Strategi tuning di atas cukup efektif ,sebagai suatu bukti  Group Musik  Indonesian National Orchestra yang mana anggota-anggotanya menggunakan alat musik dari berbagai daerah di Indonesia ,menggunakan kolintang Petrus kaseke  sebagai patokan penyeragaman laras untuk alat alat musik yang lain,kalau nadanya fals dan tidak stabil tentu tidak dipercaya sebagai patokan.
@kolintang

Tips memilih (alat musik) angklung

Beberapa tahun terakhir sedang trending seminar seminar yang menjadikan angklung sebagai alat bantu (peraga)nya dimana pesertanya mendapat sebuah angklung di akhir seminar ,hal ini membuat kami sering mendapatkan pesanan mendadak dalam jumlah yang besar,tetapi sayang sekali kami lebih sering menolak pesanan tersebut karena biasanya kami diberi waktu yang sangat sempit untuk mempersiapkan barangnya,padahal bambu memerlukan waktu untuk proses pengeringan,dan kami tidak bersedia menjualnya kalau bambunya belum kering,karena nadanya belum stabil.

Dibawah ini adalah Tips memilih angklung untuk dijadikan sebagai alat musik yang baik.

1.Pemilihan jenis bambu yang tepat.
Dari ratusan jenis bambu ,hanya beberapa jenis yang cocok untuk bahan alat musik angklung,diantaranya bambu hitam yang bersuara nyaring dan bulat ,sedangkan bambu kuning bersuara nyaring tetapi agak getas (cempreng).
2.Bambunya harus cukup kering
Untuk mendapatkan nada yang konstan,kalau bambunya belum cukup kering ,maka nadanya akan berubah (fals) setelah bambunya mengering.
3.Bambunya harus diawetkan 
Supaya tidak dimakan serangga ( ada beberapa jenis pengawetan mulai yang tradisionil sampai yang menggunakan bahan kimia).
4.Ukuran lubang tumpuan tabung bambu angklung yang tepat.
Sisi sisi lubang tumpuan tabung berfungsi sebagai pemukul angklung,kalau jaraknya terlalu pendek tidak menghasilkan pukulan yang keras sehingga kurang nyaring suaranya,tetapi kalau jarak lubang terlalu panjang,angklungnya tidak dapat digetarkan dengan baik.
5.Bunyi nadanya pada frekwensi yang tepat ,tidak fals.
Nada angklung dihasilkan dari bilah tabung bambu yang beradu dengan sisi sisi lubang tumpuan tabung bambu sehingga menghasilkan suara dari getaran lateral,sama halnya dengan bilah marimba/kolintang.
Untuk mendapatkan nada tinggi caranya dengan meruncingkan ujung tabung bambu, karena semakin pendek bilahnya semakin tinggi nada yang dihasilkan.
Untuk mendapatkan nada rendah caranya dengan menipiskan bagian tengah bilah tabung bambu,karena semakin tipis bilahnya semakin rendah nada yang dihasilkan.
6.Ukuran tabung resonator yang sesuai.
Pengrajin angklung pada umumnya sudah mempunyai patokan (tabel) yang berkaitan dengan nada ,diameter tabung dan panjang lubang tabung (tinggi silinder),sehingga mereka dapat memotong bambu sesuai dengan nada yang di inginkan berdasarkan tabel(rumus perbandingan nada,diameter dan tinggi silinder).
Karena dihasilkan oleh alam ,diameter tabung bambu tidak selalu sama antara ujung yang satu dengan ujung yang lain,selain itu tinggi dalam tabung sulit diukur dengan akurat,sehingga nada yang dihasilkan dengan cara melihat tabel tidak selalu tepat.
Untuk mendapatkan nada yang tepat harus di tuning ulang,disamakan nadanya dengan nada yang dihasilkan oleh getaran lateral bilah tabung bambu.untuk membuat nada lebih tinggi dilakukan dengan memotong / memperpendek tabung bambu,sedangkan untuk membuat nada lebih rendah karena tidak dapat memperpanjang tabung bambu yang sudah jadi angklung,maka diatasi dengan menyambung tabung bambu dengan silinder kertas tebal(karton) yang dilem kebagian dalam tabung bambu sehingga tabung tersebut menjadi panjang.
Kalau frekwensi nada 'bilah tabung’ dan ‘silinder tabung’ sudah di tuning sama ,maka akan terjadi resonansi yang membuat bunyi angklung menjadi nyaring.
Sering  pemain angklung yang tidak mengerti kegunaannya ,akan melepas silinder kertas karton yang menyebabkan suara angklungnya berubah nadanya.

Tidak semua pengrajin angklung memperhatikan 6 point diatas,penyebabnya karena :

-Tidak mengetahui teknik membuat alat musik yang bagus
-Kurang kontrol kualitas
-Lebih mementingkan mengejar omset, sehingga mereka memproduksi angklung dengan bambu yang belum cukup kering
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal membutuhkan waktu , modal yang cukup untuk menyimpan bahan baku dan pengetahuan serta pengalaman sebagai pengrajin alat musik.

Selain hal diatas kami juga seringmenerima keluhan calon pembeli souvenir angklung,yang membandingkan harga kami lebih mahal daripada harga penjual penjual souvenir angklung ditempat tempat wisata,yang sudah murah harganya,masih ada hiasan ukir ukirannya lagi.
Kami jelaskan itu disebabkan karena,kami menjual alat 'musik angklung' , kalaupun akan dijadikan souvenir ,kami tetap mengutamakan fungsi alat musik dari souvenir kami.
By @angklung




Lancar Membaca Notasi Balok

A.MENULIS NOTASI BALOK DENGAN CEPAT

Sebelum dilanjutkan sebaiknya  review dulu cara menulis notasi balok dengan cepat  karena pengertian  dasarnya di awali dari sini  

B TAHAPAN UNTUK LANCAR MEMBACA NOTASI BALOK

1 Hafal posisi nada-nada pada Grand Staff dan intervalnya.

Dibandingkan dengan dengan menghafal perkalian 1-10 ,atau menghafal posisi anggota tubuh (kepala,pundak,lutut,kaki,daun telinga,mata dan hidung ,10jari kaki,dan 10 jari tangan), lebih mudah menghafal  posisi nada-nada pada Grand staff yang hanya 21 nada (= 7 nada diulang 3 kali), yaitu dari nada garis terendah sampai garis tertinggi GABCDEF GABCDEF GABCDEF
Metode melokasikan nada-nada  Grand Staff ke anggota tubuh akan membantu menghafal dengan cepat.Sekali baca pasti langsung ingat nada-nadanya , mulai dari bawah Sol sepatu (G) sampai ke rambut (F),nada-nada pada jari kaki-tangan(ABCDEF-GABCDE) , nada-nada F,A,C,E (dagu,hidung,mata,dahi),dan nada-nada bagian wajah yang lain telinga(B), mata (G),serta alis(D).

Interval yang perlu kita hafal :


Interval lompat SATU nada dari spasi ke spasi(= dari baris ke baris)GBDFACE GBDFACE.
Interval lompat DUA nada dari spasi ke baris dan kebalikannya BEADGCF.
Interval 1 oktaf dan seterusnya , yang biasanya secara tidak kita sadari akan hafal dengan sendirinya setelah dijadikan kebiasaan(di ulang-ulang dalam kegiatan sehari-hari)
Kesalahan umum pada pemula yang belajar notasi balok adalah terjebak pada satu titik (pusat) nada,dan untuk membaca nada tertentu pada Grand staff  caranya dengan mengurut satu persatu mulai dari titik (pusat) nada ( biasanya menghitung dari pusat huruf-huruf jadul G clef atau F clef).Pekerjaan mengurut nada satu persatu , seperti halnya kalau ditanya posisi mata , lalu kita hitung dahulu dari perut,setelah perut lalu dada,leher,dagu,mulut,hidung,telinga....Bingo...ketemu nih mata !  Cape dech....... 

2 Menerapkan latihan notasi balok dalam kegiatan sehari hari,contohnya:

a)Meng imajinasikan secara kreatif benda benda yang kita lihat menjadi  notasi balok,seperti ubin keramik,jemuran pakaian,mainan congklak ,zebra cross ,dan lain-lain ,sehingga kita dapat melatih notasi balok tanpa adanya partitur notasi balok ,dibawah ini link youtube cara anak saya waktu kecil berlatih notasi balok menggunakan tutup piano.
https://www.youtube.com/watch?edit=vd&v=FHAHFsT3_bE
b)Mainkan notasi balok didalam hati dengan  wajah orang lain menjadi partiturnya.
Dalam kendaraan umum,atau tempat-tempat menunggu yang tidak dapat melakukan kegiatan lain selain berdiam diri saya sering menyanyikan lagu (dalam hati) dengan orang yang didepan saya sebagai grand staff nya.Cara ini  juga efektif kalau kita ingin memandang mata seseorang tanpa takut , mainkan saja lagu (dalam hati) yang banyak menggunakan nada do(C) nya sehingga mengarah banyak ke mata , contohnya lagu :” soldo iwak kebo “.
*untuk membeli notasi lagu yang lengkap dengan ritmik yang benar dapat menghubungi email serenademusicengraving@gmail.com .
Seorang teman yang menerapkan  cara tersebut diatas bercerita, sekarang  dia lebih berani memandang lawan bicaranya, tapi herannya kalau didepan istri sendiri, nadanya melorot terus sampai turun 2 oktaf .
c)Mengganti  daerah-daerah yang akan kita lalu dengan titik titik nada ,sehingga rute perjalanannya dapat dinyanyikan.Dengan peta Jakarta sebagai  Grand Staff,saya dapat menyanyikan kegiatan sehari hari,biasanya centernya dirumah karena start dan finishnya rumah.
Sebagai informasi ,ilmuwan Pythagoras  yang hidup pada jaman 500 tahun sebelum Masehi sudah menjadikan planet-planet  sebagai titik nada.
d) Gunakan notasi balok untuk menulis cepat lagu yang kita dengar.
Kadang –kadang saya menemui sebuah lagu baru,supaya tidak lupa saya menulisnya pada kertas sembarang yang kebetulan ada,saya dapat mencatatnya dengan notasi angka maupun notasi balok.
Kalau diberi kertas kosong saya lebih suka menuliskan dengan notasi angka karena tidak perlu membuat garis garis bantu seperti halnya notasi balok,tetapi kalau sudah tidak ada ruang kosong lagi untuk di coret coret dengan notasi angka maka saya menggunakan notasi balok dengan garis bantunya baris dan spasi bacaan yang sudah ada seperti contoh lagu ini.


 C  MEMBACA NOTASI BALOK YANG LEBIH RUMIT.

1.Membaca notasi balok selain tangga nada dasar natural

Selain dengan tangga dasar natural Do=C ,kita sering menjumpai lagu dengan tangga nada dasar lain , yang dihasilkan dengan menaikkan(#  sharp/kruis),atau menurunkan (b  flat/mol )sebagian nada-nada naturalnya.
Ada 11 tangga nada dasar selain natural yaitu: 1# Do=G; 2# Do=D; 3# Do=A;4# Do=E: 5# Do=B; 6# Do=FIS=GES= 6b; 1b Do=F; 2b Do=BES; 3b Do=ES; 4b Do=AES; 5b Do=DES.
Cara yang paling mudah adalah dengan bantuan alat musik kolintang melody wangko pro L,kita tinggal menukar nada-nada yang dinaikkan(atau diturunkan),karena bilahan kolintang dapat dilepas pasang,setelah itu mainkan seperti biasa(seperti kita memainkan dengan nada natural).
Sebagai contoh lihat pada  gambar kiri bawah  untuk tangga nada 1 kruis Do=G ,dan gambar kanan bawah untuk tangga nada 2 kruis Do=D.
Wah...repotlah , kalau harus mengganti ganti bilahan !!
Sebetulnya kegiatan ganti mengganti adalah hal yang umum kita lakukan sehari hari seperti mengganti pakaian,mengganti persneling(Gigi) kendaraan . Untuk pemain kolintang yang tidak mau mengganti bilahan atau pemain piano yang tidak mungkin melepas tuts hitam menggantikan tuts putih,cukup mengarahkan pukulannya/jarinya ke nada nada  atas(accidental tone/tuts hitam).

2. Mempelajari istilah-istilah musik


Artikel ini sudah cukup untuk dapat membaca sebagian besar  notasi  musik ,untuk istilah istilah yang belum kita kuasai tentu harus mempelajarinya lewat kamus musik,seperti halnya kita sudah lancar membaca dalam bahasa Inggris,tetapi masih perlu membuka kamus untuk kata kata yang jarang kita dengar.
By : @kolintang


Tips membeli kolintang secara satuan

Selain pembeli kolintang secara per set untuk 5 pemain sampai 10 pemain ,banyak pembeli yang hanya membeli satuan antara 1 instrument sampai 3 instrument kolintang.
Dibawah ini beberapa tujuan mereka membeli satuan dan model instrument yang dibeli ,sebagai bahan pertimbangan bagi yang masih bingung memilih jenis instrument yang akan dibeli.

A.Instrument Melody

Melody Type KM-3500 atau sebutan Minahasanya INA ,

Type ini sudah memenuhi standar minimal range yaitu 3 1/2 oktaf (C3-F6) untuk orkestra marimba/xylophone ,sesuai dengan Britannica Encyclopedia

Umumnya pembeli memilih instrument ini untuk berkolaborasi dengan instrument musik lainnya,atau pemain melody kolintang yang ingin lebih sering melatih skill permainannya.

Melody Type Wangko Pro L(arge) , atau sebutan Minahasanya Wangko,

Type ini dinamakan juga melody Alto yang nadanya lebih rendah dari melody INA. Standar Nasional lomba kolintang untuk wangko adalah 3 oktaf(sesuai lokakarya Cisarua 2013) ,tapi kami buat menjadi 3 1/2 oktaf agar sekaligus memenuhi standar Internasional marimba/xylophone untuk orkestra ,dengan range (E2 - A5).
Kelebihan dari Type Wangko Pro L adalah susunan nadanya yang mirip dengan Grand staff dari notasi balok mulai dari spasi paling bawah hingga spasi paling atas.Kelebihan lain dari Type Wangko Pro L adalah kemudahan untuk menyambung nada,sehingga bisa dimodifikasi menjadi type KM-4800 ,dengan range hampir 5 oktaf (E2-C7) ,sudah setara dengan profesional marimba.Dengan range yang cukup lebar ,memungkinkan KM-4800 dimainkan oleh lebih dari satu pemain.
Type melody diatas banyak diminati oleh group marching band, sekolah sekolah musik luar negeri (atau sekolah Indonesia yang berorientasi internasional).

B. Instrument pengiring.

Pembeli yang memilih instrument ini mempunyai bermacam macam alasan:
Bagi kolektor alat musik (dari Korea ,Spanyol juga dari Indonesia) untuk simbolisasi memiliki alat musik tradisional dari Indonesia dan sengaja memilih model yang petinya tidak bersusun jenis Alto/Tenor/Cello supaya lebih berkesan ethnic.
Untuk pemain musik dari jawa barat memilih Alto karena susunannya mirip dengan Arumba 2 oktaf yang dapat difungsikan pula sebagai melody.
Untuk sebagian pemusik lainnya memilih tenor / cello untuk pengganti rithem karena mereka sudah memiliki instrument melody (suling,sasando dll).
Pembeli Bas kolintang umumnya untuk melengkapi nada rendah dari instrument lain yang tidak dapat mencapai nada-rendah seperti group angklung,group musik tiup dan juga group alat musik akustik bersenar (dawai) menggantikan Doubel Bas gitar.


C. Instrument Pesanan khusus


Selain instrument kolintang standar , ada pemesan kolintang untuk anak anak atau group perkusi dengan tangga nada natural,juga pemesan dengan nada nada pentatonis menggantikan gambang,atau kelintang jambi,ada juga yang memesan kolintang tanpa finishing kotak resonatornya, karena akan diukir sendiri ,finish batik atau di finish air brush.Akhir akhir ini banyak pertanyaan dari orang yang akan membeli kolintang untuk dibuat eksperimen,semacam kolintang yang mengeluarkan suara-suara Midi drum atau suara yang bukan kolintang.
Jaman berubah sangat pesat ,sehingga yang tradisionilpun ikut berevolusi.
By : @kolintang

Perkusi bernada (marimba,xylophone,Vibraphone,KOLINTANG)

Link ini https://www.youtube.com/watch?v=FSDTQXK9jds adalah video pemain perkusi bernada memainkan lagu klasik yang temponya  cepat, The flight of the bumble bee (arr by Rachmaninoff).
Lagu tersebut juga dapat dimainkan oleh instrument kolintang,kami sudah pernah mencobanya meskipun belum lancar.
Perkusi bernada juga sering dimainkan dalam group musik jazz.
Kami pernah pameran instrument kolintang pada stand Kementrian Perdagangan di acara Java Jazz dan melihat pemain dari luar negeri mendemontrasikan kepiawaian bermain Jazz pada alat musik kolintang.
Kenapa  di Indonesia belum muncul pemain perkusi bernada  yang handal dan terkenal sekelas Indra Lesmana (pada piano) , Gilang Ramadhan (drummer),atau Dewa Budjana (gitaris) ?
Ada beberapa alasan sebagai berikut:
1)Masih jarang yang memiliki perkusi bernada (Marimba,xylophone,kolintang) secara perorangan ,umumnya alat musik diatas dimiliki oleh kelompok Marching Band,universitas jurusan musik, atau kelompok kelompok organisasi tertentu.
Mengenai kepemilikan alat memang perlu karena kalau kita tidak melatih  penjarian pada piano/gitar atau rudiment pada  perkusi maka kita tidak dapat bermain dengan lancar dan kemampuan musik kita tidak berkembang.
Bisa membayangkan apa jadinya kalau Indra,Gilang atau Dewa Budjana tidak memiliki instrument musik?
2)Tidak diajarkan di kursus kursus musik seperti halnya : Piano,Organ,Gitar ,yang mempunyai tingkatan tingkatan (grade)keahliannya, dari pemula sampai ke tingkat mahir.
Di Indonesia sebetulnya ada pengajaran perkusi bernada dimana muridnya di test secara perorangan untuk dapat lulus
, seperti di beberapa sekolah internasional yang saya lihat tetapi masih pada pelajaran dasar.(sebagai contoh di sekolah internasional Pelita harapan Karawaci)
Berbeda dengan diluar negeri 'perkusi bernada' ada level (grade)nya bahkan diajarkan secara spesifik sampai ke tingkat universitas,sehingga merekapun rajin berlatih dirumah.
Kalau kita ketik kata kunci 'marimba practice' maka akan keluar alat musik marimba yang tanpa kotak resonator,itu cuman dummy hampir tidak berbunyi dan harganya tiga kali lipat harga kolintang melody
.Mereka yang tahu harga dan kwalitas lebih suka membeli kolintang melody dari Indonesia yang murah dan pasti berbunyi nyaring.

3)Kendala orang Indonesia pada umumnya dalam membaca notasi balok karena terbiasa menggunakan notasi angka ,padahal dengan mempelajari buku-buku teknik permainan Marimba/xylophone yang umumnya bernotasi balok dapat meningkatkan permainan sampai ke tingkat ahli.
Kendala membaca notasi balok sebetulnya dapat diatasi karena hanya masalah kebiasaan saja ,karena sebetulnya notasi balok semudah notasi angka.
Bagi yang berminat 'langsung bisa'
menulis dan membaca not balok dan lancar ,silakan klik link ini http://blog.kolintang.co.id/2015/09/menulis-notasi-balok-dengan-cepat.html ,dijamin selesai membaca dan memahami artikel pendeknya langsung bisa menulis notasi balok serta  lancar membaca dalam hitungan hari. 
Di jaman  informasi mudah didapat via internet, teknik permainan dapat dipelajari dari video lewat youtube dan seiring dengan trend musik kolintang yang predikatnya  ganda yaitu alat musik tradisional merangkap  alat musik populer (modern),diprediksikan akan bermunculan musisi handal dan terkenal dengan instrument perkusi bernada.
Kursus kursus musik yang jeli melihat peluang ini, 'pasti' tidak lama lagi akan mengajarkan kolintang dalam materi kursusnya.
Sekarang juga sudah marak lomba lomba group kolintang di berbagai daerah ,dan karena dunia sudah terhubung online nantinya akan meniru
luar negeri yaitu lomba solo performance marimba /xylophone/vibraphone  tetapi menggunakan alat musik kolintang.


  

Menulis Notasi balok dengan cepat

Menurut wikipedia awal penulisan musik dengan not balok adalah notasi gregorian dimana hanya terdiri dari 4 baris .Pada dasarnya untuk membuat notasi balok dengan kurang dari 4 barispun bisa,karena dengan membuat 1 garis kita sudah dapat membuat 3 nada , yaitu nada yang menempel pada garis itu,ditambah nada yang di atas garis itu ,ditambah lagi dengan nada yang dibawah garis itu.
Mengingat garis adalah kumpulan titik titik , maka dengan satu titikpun kita dapat membuat notasi balok,tinggal ditarik garis bantu.Titik nada itu bisa benda yang kecil sebesar tahi lalat,atau sebesar bintang dilangit yang kalau dari jauh hanya terlihat titik.

Notasi balok  grand staff:

Grand staff  terdiri dari 11 garis dan 10 spasi = 21 nada mulai dari bawah GABCDEF  yang diulang 3 kali (3 oktaf).Baik garis maupun spasi adalah tempat kita meletakkan nada dalam notasi balok.
Lebar  spasi maupun garis dapat diatur besarnya , dapat juga diatur agar lebar garis sama besar dengan spasinya.
Ternyata notasi balok Grand staff itu mirip dengan alat musik berbilah seperti piano ,organ dan
yang paling mirip adalah kolintang melody  ( Wangko pro L ) karena memang didesain untuk itu.
Jadi cara menulis/membaca notasi balok tinggal memukul saja bilah bilah kolintang sesuai dengan
nada nada yang tertulis secara berurutan dari kiri kekanan seirama dengan waktu yang ditentukan.

Notasi balok digambarkan seperti kereta api

Kita bayangkan notasi balok sebuah lagu adalah kereta api dari gerbong pertama sampai gerbong terakhir yang jendelanya piano/kolintang.
Kereta api itu  akan melewati sebuah portal dan jendela jendela yang melewati portal tersebut akan dipukul.
Tulisan 3/4  pada jendela lokomotif menunjukkan banyaknya jendela dalam tiap tiap gerbong.
Gerbong yang ada gambar bibir  terkatup dilihat dari samping   artinya tidak boleh dibunyikan.
Gambar notasi baloknya seperti dibawah ini
Tulisan 4/4 disebelah di ujung kiri  adalah banyaknya muatan  ‘nada standar’ setiap  gerbong (ruas) birama,dalam gambar ini ada gerbong merah ,kuning dan biru.
Gambar ( simbol) lainnya yang yang lebih lengkap seperti dibawah ini:

Mulai menulis lagu dengan notasi balok

Cara cepat membuat lagu dalam notasi balok ?
1.    Mainkan sebuah lagu dengan kolintang melody (wangko pro L)
2.    Tiap ketukan difoto dari awal sampai selesai lagu.
3.    Kalau ada nada diam, fotoin bibir pemainnya
4.    Hasil fotonya di jejer urut dari awal sampai akhir.
Sim salabim jadilah notasi balok !!
Tidak perlu software tambahan
*Untuk menuliskan notasi balok dengan banyak nada (polyphonic),cukup dengan memainkannya denganbeberapa pemukul atau menambah jumlah pemainnya.
**Kalau dirasa terlalu lama untuk memfoto satu persatu,bisa juga dengan memasang kamera video ,dan hasilnya di extract menjadi gambar2 dan di filter  dan diambil gambar-gambar pada detik tertentu untuk di jejerkan menjadi notasi balok.

Sebagai  contoh lihat lagu
Cicak cicak di dinding sebagai berikut:
Tapi foto nya terlalu bagus untuk notasi balok yang standar,jadi kita harus perjelek hasilnya antara lain dengan membuat jadi warna hitam putih, bilahan-bilahan kolintangnya yang bagian garis di persempit lebarnya, lalu diberi huruf huruf jadul ,pemukulnya jangan terlalu rapi/bulat ,kalau ada pukulan yang durasinya tidak standar ganti gambar pemukulnya ,dan seterusnya supaya jadi seperti notasi  balok dibawah:

Bagaimana? Oke? Lanjut ke cara membaca notasi balok yang cepat lancar dan menyenangkan?
Notasi balok dapat meningkatkan kapasitas otak,kalau kita dapat mempelajari ‘tanpa usaha yang berat’ dan dapat melancarkannya sambil melakukan kegiatan sehari-hari kenapa tidak?
Oke...., Lanjutkan ke link 

Melody Kolintang

Melody kolintang adalah alat musik kolintang yang biasanya dipakai dalam group musik kolintang untuk memainkan  lagu  , bisa juga difungsikan untuk mengiringi (comping) atau fungsi lainnya.
Berdasarkan susunan nadanya melody  kolintang ada 3 jenis  yaitu :  Ina (melody standar) , Wangko (melody Alto bernada rendah) dan Taweng (melody sopranino bernada tinggi).

SORTIR

Waktu saya  masih duduk disekolah dasar  kata asing yang sering saya dengar adalah sortir.Kata tersebut sering di ucapkan Petrus Kaseke om saya  pada saat menghadapi supplier kayu kolintang diselingi dengan sedikit kata bahasa jawa kromo yang dikuasainya seperti kepripun,sampun dan sedikit kata lainnya.
Saya sering mendengar kata sortir karena tempat bermain favorit saya dihalaman belakang rumah yang cukup luas tempat menyimpan kayu kayu sebagai bahan baku kolintang.
Prakata

Prakata

Angklung dan Kolintang adalah alat musik kebanggaan Indonesia.
Angklung dan Kolintang sangat populer di Indonesia , dimainkan oleh segala usia , dari berbagai kelompok dan golongan.

Angklung ditetapkan  menjadi Warisan Budaya Dunia (The Intangible Heritage) oleh UNESCO pada tahun 2010 , yang akan disusul oleh Kolintang yang saat ini sedang dalam proses pengajuan penetapan.

Keduanya baik Angklung maupun Kolintang sudah masuk dalam the Guinness World of Records , Kolintang tercatat pada tahun 2010 di Manado waktu pagelaran 1000 Kolintang , sedangkan Angklung pada tahun 2015 , menjadikan Bandung lautan Angklung dengan permainan musik Angklung oleh 20.000 orang.

Kami adalah pembuat alat musik Angklung dan Kolintang yang dikenal sebagai Angklung Kolintang Petrus Kaseke.
Petrus Kaseke sudah aktif memproduksi Angklung Kolintang lebih dari 50 tahun sampai sekarang tahun 2015 dan sudah berkembang menjadi usaha keluarga Petrus Kaseke.

Keinginan kami adalah mengembangkan alat musik Angklung dan Kolintang menjadi lebih baik ,dari segi mutu bahan, kualitas suara , penampilannya supaya Angklung dan Kolintang dapat bersaing dengan alat musik lain di seluruh dunia.

Untuk tujuan diatas kami terus mengembangkan produk kami ,antara lain mempelajari finishing furniture,mempelajari pengolahan bahan baku sehingga berkualitas ekspor ,lolos dari persyaratan masuk ke negara lain seperti kadar air ,anti rayap ,fumigasi dan lain lain.

Dari segi kualitas suara kami tidak segan segan berkomunikasi dengan pembuat alat musik lain diseluruh dunia , sebagaimana diketahui bahwa Angklung dan Kolintang adalah alat musik jenis perkusi bernada yang satu kelompok dengan Marimba dan Xylophone.

Silakan pelajari lebih dalam lagi di blog ini mengenai profil ,sejarah ,spesifikasi produk Angklung Kolintang ,daftar harga Angklung Kolintang , berita kegiatan Angklung Kolintang.

Untuk yang berniat membeli produk kami silakan hubungi kontak kami dibawah.
Kami juga dapat jual Kolintang sesuai dengan pesanan pemusik dan seniman musik yang mempunyai kebutuhan berbeda dari standarnya.
Kami membantu memberi saran yang terbaik untuk calon pembeli yang ingin memiliki Kolintang sesuai dengan pendanaan (budget) yang ada.
Cara menghubungi kami :
email : markus@kolintang.co.id
           petruskaseke@gmail.com
Call/WA/Line/sms: +628161940360 ,+622194803625
Pin BB : 74D90C67
Fax: +62298312906

Dwiki Dharmawan: Musik Kolintang Menuju Unesco

January 24
23:112013
Kolaborasi Dwiki Dharmawan bersama alat musik perkusi dengan grup musik kolintang Mu'zani Tomohon (foto beritamanado)
Kolaborasi Dwiki Dharmawan bersama alat musik perkusi dengan grup musik kolintang Mu’zani Tomohon (foto beritamanado)

Nelwan Katuuk

 Nelwan Arthur Dendeng Katuuk

Sebelum abad ke XIII , alat musik perkusi dengan bilah bambu bernada trinodis yang disebut Tetentengan dan alat musik bilah kayu bernada pentatonis yang disebut Tentengkoren (Pamengkelan) telah dipakai sebagai alat musik upacara pertanian , pembukaan hutan dan pendirian rumah panggung.

Pada tahun 1850-an ,Zending Protestan melarang permainan musik kolintang karena dianggap sebagai pemujaan berhala.
Sejak saat itu kolintang gong tidak dimainkan lagi pada berbagai pesta,upacara adat sehingga kolintang gong berangsur-angsur menghilang , sedangkan alat musik perkusi  kayu (Tentengkoren) tetap bertahan tetapi terbatas dimainkan sebagai musik hiburan pelepas lelah bagi pekerja dan petani di kebun (kobong).

Alat perkusi kayu bernada diatonik pertama kali dibuat pada tahun 1939 di Tonsea , oleh Nelwan Katuuk seorang seniman buta yang dibantu William Punuh.Bilah kayu tersebut hanya diletakkan di atas kotak resonator tanpa ikatan , sehingga ketika dimainkan bilah-bilah kayu tersebut sering bergerak.Kotak resonator dipakai sebagai media menyimpan bilah bilah kayu.
Nelwan Katuuk menamakan alat musik perkusi kayu ini sebagai kolintang,nama yang secara tradisional diperuntukkan khusus bagi alat perkusi logam (gong).Sejak saat itu istilah kolintang lebih populer sebagai nama alat musik perkusi kayu dari pada tentengkoren.
Sedangkan istilah kolintang untuk kolintang logam (gong) mulai pudar bersamaan dengan  menghilangnya kolintang gong dari bumi Minahasa.(diambil dari buku Ansambel musik kolintang kayu Minahasa goes to Unesco).

Sebagai catatan tambahan , semasa Petrus Kaseke kecil,setiap ada pengumuman untuk mengumpulkan masyarakat ke alun-alun ,dipukul bertalu-talu gong logam dan gong tersebut memang disebut kolintang.

-MS-

Mallet ( Pemukul)

Mallet (stik) adalah pemukul  yang digunakan untuk memukul instrument musik jenis perkusi. Alat  pemukul ini dalam berbagai variasi bentuk  digunakan untuk memukul drum ,marimba, gambang, glockenspiel, metalofon, jegog , vibraphone dan instrument instrument perkusi lainnya.