Jan 12, 2023

Lumimuut antara mitos dan kenyataan

Cerita tentang asal-usul leluhur Minahasa, selalu jadi topik bahasan  yang menarik.

Sumber yang sering menjadi bahan rujukan adalah nyanyian Karema yang dinyanyikan pada upacara adat Minahasa oleh Walian (pendeta wanita).Kutipan syair yang diambil dari buku " Uit Onze Kolonien" tulisan.H.Van Kol. terbitan tahun 1903.dalam bahasa Tombulu " De Zang van Karema" tentang asal Lumimuut sebagai berikut:

SYAIR KE-SEPULUH:

Yah ongah u nuwuk’ku ing kumua wia ni sia
Wewe’an un Aoan nah-gio-gioan, ang kenap-sena’na
Ni itu ya tanu lalem-lalemdeman, wo tanu zuni-zuni’an
Ya wituma un Arina, Linengkaran niaku

Artinya:

Dengan jelas aku berkata kepada-nya
Ada bukit-bukit yang berhadap-hadapan, yang terang dengan cahaya
Tempat itu tampak seperti berkabut awan, dengan warna seperti pelangi
Di sanalah tempatnya, aku dilahirkan

SYAIR KE-SEBELAS:

U ngaran nei ketor um pusez ni Inaku-ku en WENGI
Yah si Ama’ku ka’uman, wen KAWENGIAN u ngaranan
Ni Sera se timau’ niaku, witu um bantang
Ni sera se nimayome niaku, witu u louz
Artinya:

Nama ketika tali pusar dipotong dari ibu adalah WENGI
Dan ayahku, bernama Kawengian
Mereka  yang memasukkan aku dalam perahu-rakit
Mereka , yang telah mengayunkan ke-laut.

Berdasarkan Syair ke-sebelas, ayah Lumimuut bernama Kawengian yang artinya ‘Bintang Sore’ maka menguatkan anggapan cerita leluhur Minahasa adalah mitos yang merujuk kepada ilmu astronomi kuno. Sistim Tata surya tentang Toar personifikasi Matahari dan Lumimuut personifikasi Bumi.

Untuk yang tertarik dengan keseimbangan alam semesta versi Minahasa dapat membaca buku Maimo Kumolintang Harmoni Semesta by Petrus Kaseke ( kolintang.co.id)

Berdasarkan Syair ke-sepuluh, tempat Lumimuut dilahirkan di antara dua bukit yang terang dengan cahaya.Tempat itu tampak seperti berkabut awan, dengan warna seperti pelangi.

Apakah tempat itu ada di bumi?

Dari jurnal:Phill. M. Sulu, Quo Vadis Tou Minahasa ? (Yogjakarta: Graha Cendikia, 2016)

Para ahli antropolog mengatakan bahwa nenek moyang orang Minahasa berasal dari daerah Mongolia Utara, hal ini disebabkan oleh banyak faktor penunjang dari hasil penelitian. Hasil paling mendukung mengenai hal ini adalah persamaan prototipe antara orang Mongol dan orang Minahasa antara lain, warna kulit yang kuning langsat, bentuk bahu yang kekar, mata yang agak cipit dan banyak bagian tubuh yang punya kemiripan serta hal yang menguatkan penelitian ini yakni, jejak sejarah migrasi bangsa Mongolia sesuai dengan letak geografis dan kondisi oceanagrafis. Legenda Toar Lumimuutpun sering dikaitkan dengan tanah asal usul orang Minahasa. Konon, nama Toar dan Lumimuut, memiliki kaitan dengan bahasa dan nama yang ada di Mongolia.



Hore!! Dengan kemajuan teknologi sekarang lebih mudah mencari lewat internet.Jadi tempat ini benar-benar ada bukan foto editan, fotographernya Svetlana Kazina orang Altai (Mongolia) juga sudah singgah ke Instagram @kolintang.
Melihat IGnya Svetlana Kazina, sesuai dengan yang di deskripsikan oleh Phill. M. Sulu.



No comments:

Post a Comment

Lumimuut antara mitos dan kenyataan

Cerita tentang asal-usul leluhur Minahasa, selalu jadi topik bahasan  yang menarik. Sumber yang sering menjadi bahan rujukan adalah nyanyian...